This is default featured post 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Jumat, 29 April 2011
Good to think about...
uang Rp 20.000,-an kelihatan begitu besar
bila dibawa ke kotak amal mesjid,
tapi begitu kecil
bila kita bawa ke supermarket
untuk berzikir,
tapi betapa pendeknya waktu itu
untuk pertandingan sepakbola
betapa lamanya 2 jam berada
di Masjid,
tapi betapa cepatnya 2 jam berlalu
saat menikmati pemutaran film di bioskop
susah merangkai kata
untuk dipanjatkan saat berdoa atau sholat,
tapi betapa mudahnya
cari bahan obrolan bila ketemu teman
betapa serunya perpanjangan waktu
dipertandingan bola favorit kita,
tapi betapa bosannya bila imam
sholat Tarawih bulan Ramadhan kelamaan bacaannya.
susah banget baca Al-Quran 1 juz saja,
tapi novel best-seller 100
halamanpun habis dilalap
kita perlu undangan pengajian 3-4
minggu sebelumnya agar bisa disiapkan di agenda kita,
tapi untuk acara lain jadwal kita gampang diubah seketika
semua orang inginnya masuk surga
tanpa harus beriman, berpikir,
berbicara ataupun melakukan apa-apa
Seseorang dapat dikatakan dia telah berfikir secara dewasa
apabila dia dapat mentertawakan dirinya sendiri.
Sudah dewasakah kita ?
"Dan sampaikanlah berita gembira
kepada orang-orang mu'min bahwa
sesungguhnya bagi mereka karunia
yang besar dari Allah." (QS. 33:47)
Tenggelam Dalam Sholat
Semua jemaah menjauhi daerah shalatnya, khawatir mengganggu kekhusyuan shalatnya. Tidak seorang pun yang mengkritik keterlambatannya yang menyebabkan pemandangan ini. Ini karena si muslim sedang menunaikan kewajiban agamanya. Tidak lebih dari itu.
Pemandangan semacam ini tidak mungkin terjadi ketika para penziarah Kristen menyesaki Gereja St. Petrus di Roma. Perbedaan ini disebabkan karena ritus-ritus keagamaan Kristen hanya mengenal misa suci yang dipimpin oleh seorang pendeta sebagai simbol agama resmi. Islam tidak mengenal hal semacam itu. Yang ada hanya satu kewajiban (shalat) yang mesti ditunaikan oleh semua umat Islam. Adapun kepemimpinan imam dalam shalat hanyalah untuk menunaikan tepat pada waktunya.
Shalat mendapat tempat dan kedudukan yang tinggi dalam Islam, sampai-sampai pasal-pasal tentang shalat memenuhi kitab-kitab fikih. Seperti, kitab monumental karya Muhyiddin Abu Zakariya al-Anshari, yaitu Minhaj ath-Thalibin, yang dirilis pada abad ke-13. Di antara kitab yang paling mengagumkan adalah al-Muwattha' karya Imam Malik bin Anas yang mengkhususkan 14 bab awalnya hanya untuk menerangkan syarat-syarat dan kaidah-kaidah shalat.
Sesuai dengan kaidah-kaidah ini, wajib bagi setiap muslim untuk menghormati penuh ketenangan orang yang sedang shalat. Juga tidak dibenarkan melanggar daerah shalat, baik yang tertentu atau tidak --selembar sajadah shalat atau hanya dengan meletakkan kaca mata di depannya-- dalam kondisi apa pun.
Jika si muslim menguasai kaidah dasar shalat --seperti yang terjadi di setiap negeri. Islam-- maka mudah saja baginya secara relatif tenggelam dalam shalat, baik di pompa bensin, di trotoar, atau di atas menara yang tinggi. Sungguh kekuatan "Harakah Islamiyah", yang seringkali dipandang sebagai teka-teki oleh Barat, yang dilahirkan dan dihasilkan dari kekuatan dalam shalat.
Pergolakan Pemikiran: Catatan Harian Muslim Jerman
oleh Murad Wilfred Hoffman
Sabtu, 23 April 2011
lagi, lagi dan seterusnya akan seperti itu lagi,,
satu jejak yang sering ku tapaki kembali, berada diantara persimpangan yang tak satupun menunjukkan arah tuk keluar dari pergulatan diri. Ketika diri tak berani mengambil satu langkah tuk melanjutkan jejak, ketika kebimbangan merajai fikiran, ketika kaki hanya terdiam pada satu titik tak mampu tuk melangkah.
to be continue,,,
Senin, 18 April 2011
18 April 2011
kita berkenalan saat sama sama jadi maba,
terasa baru kemarin kita tertawa dan bergurau bersama saat kita ospek,
dan baru kemarin kita duduk belajar bersama di bangku perkuliahan,
tapi esok itu semua hanya akan jadi kenangan bagi kami.
kursi itu kini kosong,yang pernah jadi tempat dudukmu,
ku tak bisa lagi tertawa
ketika ku melihatmu ngantuk saat pelajaran,,
kita tak bisa main, belajar, dan bergurau lagi
karena kamu tlah tiada.
kami masih tak percaya
bahwa kamu tlah tiada.
waktu,, waktu begitu cepat berlalu,
ku ingin waktu berputar kembali
agar kami tak merasakan ini,
merasakan hal yang sesungguhnya tak ingin kami rasakan,
kami harus kehilanganmu,
selamat jalan saudara, sahabat dan kawan kami tercinta.
kami kehilanganmu sahabat
bukan untuk sementara tapi untuk selamanya,
selamat jalan sahabat, istirahatlah dengan tenang di alam sana,
semua canda dan tawamu kan kami kenang di sepanjang perjalanan kami.
sebenarnya tak kuat kaki ini berdiri untuk melihatmu,
melihatmu terbujur di pusaramu,
tak kuat mata ini menahan air mata atas kepergianmu,
tak kuat tangan ini menggoreskan pena tuk menuliskan cerita cerita kita bersama tentangmu.
tapi kami harus kuat,
karena dalam pesanmu, kamu ingin kami kuat,
kamu ingin kami tersenyum,
tenanglah sahabat, kami akan kuat dan selalu tersenyum untukmu.
kami tak bisa memberimu apa-apa,
hanya doa yang akan kami lantunkan
agar jalanmu tenang dan mudah
tuk menuju ke sisi-Nya, Amin.
Jumat, 15 April 2011
SEBUAH PENANTIAN
Senin, 04 April 2011
widsom oleh KOMARUDIN HIDAYAT
nasehat islami
- Jika kau memerlukan nikmat dunia, cukuplah Islam sebagai nikmatmu. Jika kau memerlukan keasyikan, cukuplah taat pada Allah sebagai keasyikanmu. Dan jika kau memerlukan pengajaran, cukuplah maut itu sebagai pengajaran bagimu (Ali ibn Abi Thalib)
- Ukhuwah yang terbina biarlah seperti seutas tasbih. Ada awal, tapi tiada akhir. Dicipat untuk mengingat-Nya dan disusun untuk mengharap ridha-Nya (Tri Looke)
- Wanita shalelah itu perhiasan yang indah, ia lembut tapi tidak lemah, mempesona tapi tetap bersahaja. Ia tahu bagaimana menjaga diri dan keluarga, mengerti bagaimana menjaga akhlak dan kemuliaannya. Ilmunya telah mengangkatnya ke derajat yang lebih dari wanita lain. Mendampinginya merupakan anugerah terindah (Abu Mushab)
- Cukuplah seseorang dikatakan berilmu jika ia takut kepada Allah, dan cukuplah seseorang dikatakan bodoh jika ia bangga dengan amalnya (Arni Wijaya)
- Sebab kegagalan dapat dibagi menjadi dua : orang yang berfikir tapi tidak mau bertindak dan orang yang bertindah tapi tidak pernah berfikir (081387615***)
- Musibah yang diterima dengan sabar – hanya mengharap – ridha Allah semata, adalah lebih bagimu daripada nikmat yang membuatmu lupa kepada-Nya (Arifiyanto)
- Tegakkan syariat mulai dari diri kita, bercerminlah sejauh mana kita menjalankannya, seberapa besarkah pengorbanan kita untuknya, setinggi apakah kita mengharap ridha-Nya (085290701***)
- Janganlah engkau bebani dirimu dengan hari esokmu, bukankah Allah telah menentukannya untukmu? Maka berusaha dan bersabarlah (Kassiyah)
- Tidak ada harga untuk waktu, tapi ia sangat berharga. Memiliki banyak waktu tidak menjadikan kita kaya, tapi menggunakannya dengan benar adalah sumber kekayaan (085279972***)
- Percayalah bahwa yang singkat adalah waktu, yang dekat adalah amanah, yang sulit adalah ikhlas, yang akan diinvestasi adalah apa yang kita kerjakan, yang paling bijak adalah saling memaafkan (Aneuk Meutuah)
- Islam itu asasnya Syahadat. Tiangnya shalat. Puncaknya jihad. Maka jadilah kamu orang yang mendakwahkan azasnya. Yang memperkokoh tiangnya. Yang berjuang di puncaknya. Atau salah satu darinya. Kalau tidak, kamu pasti merugi. (Mahyuddin HH.)
- Kesuksesan itu bukan berapa banyak harta kita kumpulkan, tapi kesuksesan adalah berapa banyak harta yang bisa kita sedekahkan (Toro)
- Kelalaian itu merupakan keburukan dan dzikrullah merupakan kemenanga. Tidak ada kebaikan dalam hidup tanpa persaudaraan karena Allah. Kadang seseorang bisa lupa karena harta yang dia lihat atau emas yang dia beli tetapi ia tidak akan melupakan seseorang yang dia cintai karena Allah (Jun)
- Semakin bertambah keilmuan dan kekayaan seseorang, akan makin besar pula amanah yang diemban olehnya. Tirulah padi, semakin berisi semakin merunduk (Abdullah Ibn Adam)
- Kebenaran tidak diukur dengan banyaknya orang yang mau melakukannya, namun kebenaran adalah apa saja yang mencocoki Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman salafus salih (Anisya LM)
- Perbanyaklah menanam kebaikan meskipun orang yang menerima kebaikan itu tidak membalas seperti yang kita tanam, pasti akan dipanen hasilnya, entah sekarang atau esok, atau mungkin jadi ladang amal di akhirat kelak (Gilang)
- Teman yang benar bukanlah teman yang selalu membenarkan perkataanmu, akan tetapi teman yang benar adalah teman yang selalu berkata benar kepadamu (Salman)
- Apabila kesusahan datang menerpa diri dan kecemasan bertumpang tindih menghimpit Anda, ucapkanlah “Laa Ilaah Illallaah” (Maidi)
- Hasan Al-Basri berkata : “Aku tahu rizkiku tidak dimakan orang lain, karenanya hatiku tenang. Aku tahu amalan-amalanku tidak mungkin dilakukan orang lain, maka aku sibukkan diriku dengan beramal. Aku tahu Allah selalu melihatku,karenanya aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat. Aku tahu kematian menantiku, maka aku persiapkan bekal tuk berjumpa dengan Rabb-ku” (0819323373***)
- Menjadi penolong agama Allah adalah satu-satunya profesi yang selalu membuka lowongan bagi pekerja baru. Setiap saat, setiap hari, sepanjang matahari masih terbit dari timur. Namun menyambung pekerjaan Rasul bukanlah pekerjaan yang mudah (Ridhwan)
- Empat hal yang dipandang sebagai ibu : Ibu dari segala obat adalah sedikit makan. Ibu dari segala adab adalah sedikit bicara. Ibu dari segala ibadah adalah takut dosa. Ibu dari segala cita-cita adalah sabar. (Key)
- Meminta maaf jangan membuat diri kita menjadi hina. Memberi maaf jangan membuat kita merasa bangga. Tapi saling memaafkan itulah yang mulia (Silvana)
- Jika lidah selalu basah dengan dzikrullah, jika pikiran selalu tertuju pada keinginan untuk mendapat Ridha Allah, maka bersiaplah untuk manisnya iman dan nikmatnya ibadah (Rudi)
- Sebaik-baik manusia adalah orang yang jika dilihat maka dapat mengingatkan kepada Allah (Zahwa)
- Sebaik-baik manusia adalah yang sedikit bicara banyak berbuat kebaikan. Seburuk-buruk manusia adalah yang banyak bicara namun sedikit berbuat kebaikan (Azis)
- Kita harus menyadari bahwa yang lebih berhak atas diri kita hanyalah Allah swt. Sang Khalik. Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur dengan apa yang diberikannya, apapun itu (Asih)
- Bahaya kepandaian adalah berbuat sekehendak hati. Bahaya keberanian adalah melampaui batas. Bahaya toleransi adalah menyebut-nyebut kebaikannya. Bahaya kecantikan adalah sombong. Bahaya ucapan adalah dusta. Bahaya ilmu adalah lupa. Bahaya pemurah adalah berlebih-lebihan (Tengku Abdul Wahab)
Kamis, 31 Maret 2011
entah mengapa,,(20 maret 2011)
ku coba diam tuk meresapi, kucoba tenang dan memahami
apa yang menjadi sumber dari rasa ini,,,
rasanya jauh,, jauh dan dalam
rasa itu kecil,indah namun semakin menyesakkan
rasa yang berawal dari ketidaksengajaan
baru kali ini aq menemukan,
tlah ku coba menggalinya tuk ku bawa ke permukaan
berharap akan berubah dan melegakan
eh tapi kayaknya malah menjadi bumerang,,, hahaha
terdengar dia berbisik sambil menertawakanku "terlalu cepat semua hihihi"
apakah yang dia katakan itu benar,
apakah aku salah,,
membiarkan rasa itu tumbuh,
rasa yang setelah sekian lama ku temukan kembali
yang kembali mengajarkanku suatu arti.
sampai kapan ku harus bertahan,
tapi ku tak boleh kalah, ku harus menang
ku harus kuat dan berharap rasa yang menyesakkan itu berubah menyenangkan dan tak menertawakanku lagi.











